echinodermata dan mollusca

Pengamatan Taksonomi Hewan Echinodermata dan Mollusca

Bela Septian Trifianti
Tadris Biologi, Tarbiyah dan IImu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Jember
T20158031



ABSTRAK
Echinodermata berasal dari bahasa Yunani Echinos arlinya duri, derma artinya kulit Secara umum Echinodermata berarti hewan yang berkulit duri. hewan ini memiliki kemampuan autotomi serta regenerasi bagian tubuh yang hilang, putus atau rusak. Semua hewan yang termasuk dalam kelas ini bentuk tubuhnya radial simetris dan kebanyakan mempunyai endoskeletonMollusca  adalah  hewan  bertulang  lunak,  namun  sebagian  besar menyekresikan  cangkang  pelindung  keras  yang  terbuat  dari  kalsium  karbonat. Kebanyakan  Mollusca  hidup  di  laut,  walaupun  beberapa  spesies  mendiami perairan  tawar,  dan  beberapa  siput  dan  siput  telanjang  hidup  di  daratan.  Siput tenjang,  cumi-cumi  dan  gurita  memiliki  cangkang  internal  yang  tereduksi  atau telah  kehilangan  seluruh  cangkangnya  selama  evolusi.  Ada  beberapa  kelas  yang terdapat  pada  filum  Mollusca  di  antaranya  Gastropoda,  Bivalvia,  Polyplacophora, dan  Cephalopoda. Praktikum ini dilaksanakan di laboratorium iain jember. Bertujuan untuk mengamati klasifikasi taksonomi hewan dari filum Echinodermata dan mollusca

Kata kunci: Echinodermata/mollusca

.


PENDAHULUAN
وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.



Echinodermata merupakan hewan tak bertulang belakang. Hewan ini sering disebut dengan hewan berkulit duri. Anggota filum echinodermata terdiri atas 5 kelas yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holonthuroidea dan Cnidaria. Echinodermata seluruh anggotanya hidup dilaut (Romimohtarto & Juwana, 2007). Habitat echinodermata berupa laut dangkal dengan substrat karang, pasir, dan padang lamun.  Kelompok hewan echinodermata merupakan salah satu komponen penting dalam keragaman fauna di daerah terumbu karang. Kelompok hewan ini dikenal sebagai hewan pembersih pantai. Disebut demikian karena echinodermata secara ekologis berperan sebagai detritus perairan. Contoh fauna echinodermata yang berperan sebagai detritus yaitu bintang laut, bintang ular dan bulu babi. (Yusron dalam Pallo & Lewaherilla, 2011). 

Echinodermata berasal dari bahasa Yunani Echinos arlinya duri, derma artinya kulit Secara umum Echinodermata berarti hewan yang berkulit duri. hewan ini memiliki kemampuan autotomi serta regenerasi bagian tubuh yang hilang, putus atau rusak. Semua hewan yang termasuk dalam kelas ini bentuk tubuhnya radial simetris dan kebanyakan mempunyai endoskeleton dari zat kapur dengan memiliki tonjolan berupa duri. Kelompok utama Echinodermata lerdiri dari lima kelas, yailu kelas Asteroidea (bintang laut) contoh: Archastcr typicus kelas Ophiunoidea (bintang mengular) contoh: Amphiodiaurtica, kelas Echinoidea (landak laut) contoh: Diademasetasium, kelas Crinoidca (lilia laut) contoh Antedon-rasacea dan kelas Holothuroidea (tripang laut) contoh Ilolothuriascabra
Nama Echinodermata pertama kali dimunculkan olch Jacob Klein pada tahun 1734. Echinodermata meripakan hewan laut yang hidup di pantai, tetapi kebanyakan di dasar laut Echinodermala merupakan hewan aul yang berada diantara hewan laut pada umumnya dan distribusinya yang luas, dijumpai di semua laut dari zona intertidal sampai laut yang sangat dalam
Filum Echinodermata terdiri atas dua sub filum yaitu: (1) sub filum Eleutherozoa dan (2) sub filum Pelmatozoa. Sub filum Eleutherozoa terdiri dari empat kelas yaitu: (a) Asteroidea (bintang laut), (b) Ophiuroidea (bintang ular). (c) Echinoidca (landak laut), dan (d) Holothuroidea (teripang laut). Sedangkan sub lilum Pelmatozoa lerdiri dari satu kelas yaitu: kelas Crinoidea atau lilia laut (Dahuri, 2003).
Phylum Mollusca merupakan binatang kelopok inertebrata yang diwakili lebih dari 150.000 yang hidup dan ribuan yang telah menjadi fosil. Mollusca telah menyebar pada setiap tempat hidup air dn telah hidup hingga ke darat merupakan jenis  yang sukses hidup dari phylum lainnya sepanjang waktu geologi dan diprcaya sebagai penentu untuk fosil indeks. Sifat umum phlum Moluusca mempunyai bagian tubuh yang lunak dengan dilapisi oleh bagian kulit yang keras, merupakan golongan hewan yang tidak bertulang belakang, hidup di air tawar dan air asin, tubuh Mollusca terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel. Mollusca di bagi dalam lima kelas yaitu  kelas Amphieura, kelas Scaphopoda, Kelas Palecypoda, kelas Gastropoda, kelas Chepalopoda.
Mollusca  adalah  hewan  bertulang  lunak,  namun  sebagian  besar menyekresikan  cangkang  pelindung  keras  yang  terbuat  dari  kalsium  karbonat. Kebanyakan  Mollusca  hidup  di  laut,  walaupun  beberapa  spesies  mendiami perairan  tawar,  dan  beberapa  siput  dan  siput  telanjang  hidup  di  daratan.  Siput tenjang,  cumi-cumi  dan  gurita  memiliki  cangkang  internal  yang  tereduksi  atau telah  kehilangan  seluruh  cangkangnya  selama  evolusi.  Ada  beberapa  kelas  yang terdapat  pada  filum  Mollusca  di  antaranya  Gastropoda,  Bivalvia,  Polyplacophora, dan  Cephalopoda  (Campbell, 2008, h. 250).
Mollusca  membentuk  filum  terbesar  kedua  dalam  dunia  hewan  setelah Arthropoda  dimana  Mollusca  memiliki  lebih  dari  100.000  spesies.  Mollusca memiliki  keanekaragaman  yang  sangat  luas  sehingga  persebaran  spesies  Mollusca terdapat  di  darat,  laut  hingga  air  tawar.  Dalam  rantai  makananya  Mollusca merupakan  konstituen  penting  karena    Mollusca  adalah  hewan  yang  mengonsumsi banyak  bahan  organik  dan  pada  akhirnya  mereka  akan  dimangsa  oleh  hewan  lain.  Dalam  habitatnya  mereka  membentuk  sebagian  besar  dari  biomassa.    Banyak spesies  dari  Mollusca  yang  menjadi  sumber  makanan  bagi  manusia  dan menghasilkan  produk  yang  bernilai  ekonomis  seperti  cangkang  Mollusca  yang digunakan sebagai bahan  pernak-pernik dan perhiasan (Kozloff, 1990, h. 368).
System syaraf Mollusca terdiri dari cincin syaraf, mengelilingi esophagus dengan serabut saraf yang menyebar. System pencernaan Mollusca sudah terbilang  lengkap dari mulut, esofogus, lambung, usus, dan anus.  Mollusca hidup secara heterotroph dengan memakan organisme lain. Bereproduksi  secara seksual. Organ reproduksinya jantan dan betina terpisah pada individu lain.



METODE PENELITIAN
Praktikum ini dilaksanakan pada hari senin di waktu siang hari . Tempat praktikum di laboratorium terpadu IAIN jember.  Bahan yang digunakan adalah 1. Specimen echinodermata. 2. Specimen mollusca. Sedangkan alat yang digunakan adalah 1. Alat seksi. 2. Papan seksi. 3. Kaca pembesar. 4. Penggaris. 5. Jarum pentul. 6. Buku identifikasi. 7. Lembar pengamatan dan alat tulis. Prosedur percobaan pertama pada pengamatan Echinodermata 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Letakkan specimen diatas papan seksi. 3. Amati specimen dengan menggunakan kaca pembesar (loup). 4. Catat karakter morfologi yang meliputi: a. bentuk tubuh. b. daerah anterior dan posterior. c. warna tubuh. d. simetri tubuh. e. ukuran tubuh (panjang dan lebar). 5. Gambarlah secara skematis specimen dan beri keterangan bagian-bagian tubuh yang ditunjuk yaitu planaria : a. kepala dan badan. b. anterior dan posterior. c. eyespot. d. auricle. e. mulut. f. pharynx. g. rongga gastrovascular 6. Tulis klasifikasinya mulai tingkat kingsom sampai spesies, tulis kunci identifikasinya dan buatlah dendogram berdasarkan karakter morfologi yang telah diamati. 7. Analisis hasil pengamatan. Prosedur ke dua pada pengamatan Mollusca 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Letakkan specimen diatas papan seksi . 3. Amati specimen dengan menggunakan kaca pembesar (loup). 4. Catat karakter morfologi yang meliputi: a. bentuk tubuh. b. Daerah anterior dan posterior. c. warna tubuh. d. simetri tubuh. e. ukuran tubuh (panjang dan lebar). 5. Gambarlah secara skematis specimen dan beri keterangan bagian-bagian tubuh yang ditunjuk .


HASIL









Klasifikasi

Kingdom         : Animalia
Phylum                       : Echinodermata
Class                : Ophiuroidea
Ordo                : Ophiurida
Subordo          : Chilophurida
Family             : Ophicomidae
Genus              : Ophiocoma
Spesies                        : o. echinata


Karakter morfologi :

Warna Tubuh : hitam bagian aboral, bagian oral berwarna putih keabu-abuan
Lengannya ada lima seperti cambuk







Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Mollusca
Kelas               : Gastropoda
Super family   : Achatinioidea
Family             : Achatinidae
Sub Family      : Achatininae
Genus              : Achatina
Speies              : Achatina Fullica

Karakkter mrfologiBentuk tubuh terdiri dari cangkang berbentuk kerucut dan bentuk tubuhnya mengikuti bentuk cangkang. Warna tubuh coklat agak hitam dengan corak kekuningan, simetri tubuh bilateral, panjang cangkang 6,5  cm dan lebar 2 cm. 



Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Mollusca
Clas                 : Cepalophoda
Ordo                : Teuthida
Family             : Loliginiade
Genus              : Loligo
Spesies                        : Loligo SP.

Karakter Morfologi
Panjang mantel                       : 10 cm
Panjang standar                      :17 cm
Panjang total               : 25,5 cm
Warna                         : putih dengan bercak ungu





Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum                       : Echinodermata
Class                : Echinoidea
Ordo                : Arbacioida
Family             : Arbaciadeae
Genus              : Arbacia
Spesies            : Arbacia SP.


Karakter morfologi
Warna tubuh  : hitam keunguan
Warna duri     : putih keunguan
Bentuk tubuh  : Bulat
Simetri tubuh  : Biradial atau radial



klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum                       : Mollusca
Class                : Bivalvia
Order              : unionoida
Family             : unonidae
Genus              : anodonia
Species             : Anodonta anatine

Karakter Morfologi
Bentuk tubuh  : bercangkang bentuk oval
Warna tubuh  : hitam keputihan
Simetri Tubuh : bilateral 


gambar dendogram 

Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Echinodermata
Class                : Horothuroidea
Genus              : Holothuria
Spesies             : Holothuria inolica

Karakter Morfologi
Bentuk tubuh cembung data. Posterior anus, anterior mulut. Warna tubuh: dorsal, coklat muda dan bergaris hitam.  Anus dan ujung terletak di ujung berlawanan

Pembahasan
Dari data yang didapatkan bahwa terdapat 6 spesies yang kami amati yaitu Ophiuroidea, Echinoidea, Achatina Fullica, Anadonta Anatina, Holothuria Indica , Loligo SP. Masing masing spesies unik dan ada yang memiliki kesamaan satu sama lain. Yang pertama yaitu
a.          Ophiuroidea
Bintang  ular  atau  Ophioneries  reticulata  adalah  hewan  dari filum  Echinodermata,  yang  memiliki  hubungan  dekat  dengan  bintang laut.   Mereka  berjalan  di  dasar  laut  dengan  menggunakan  lengan  fleksibel mereka  untuk  bergerak.  Bintang  ular  umumnya  memiliki  lima  lengan yang  fleksibel  atau  lentur  tetapi  mudah  putus  berbentuk  seperti  cambuk yang  panjangnya  bisa  mencapai  60  cm  (2  kaki)  pada  spesimen  terbesar. Pada  lengan  Ophioneries  reticulata  terdapat  rongga  coelom  yang  kecil, tali  syaraf,  rongga  pembuluh  darah,  dan  cabang-cabang  sistem  saluran air. 
Memiliki  kaki  tabung  yang  kecil  (tentakel)  terletak  ventrolateral tanpa  alat  pengisap  atau  ampula.  Bagian  ini  merupakan  organ  sensoris, membantu dalam respirasi,  dan meneruskan makanan ke  dalam mulut. Dikenal  dengan  sebutan  bintang  ular.  Bentuk  tubuhnya  seperti bintang  tetapi  memiliki  lengan  yang  panjang  dan  jika  lengan  ini  bergerak menyerupai  gerakan  ular,  misalnya  ophiothrix.  Pada  cakram  sentral  oral terdapat  mulutnya  dilengkapi  5  rahang  dan  madrepori,  anus  dan  pedikel tidak adaOphiuroidea  bersembunyi  pada  siang  hari  di  bawah  batu  atau rumput  laut  atau  terkubur  di  dalam  pasir  atau  lupur,  tetapi  menjadi  aktif pada  malam  hari. 
Hewan  ini  bergerak  dengan  gerakan  cepat  seperti  ular, memegang  objek  dengan  satu  lengan  atau  lebih  dan  mendorong  dengan lengan  yang  lain  untuk  menghantarkan  tubuh  ke  depan.  Mereka  juga dapat berenang  dengan  menggunakan lengan, seperti  yang  dilakukan oleh manusia.  Mereka  memakan  crustacea  kecil,  molluska,  dan  penghuni dasar  yang  lain,  dan  pada  gilirannya  mereka  berfungsi  sebagai  makanan untuk  ikan.  Kelamin,  biasanya  terpisah,  mengeluarkan  telur  dan  sperma ke  dalam  laut,  larva  yang  dihasilkan  mempunyai  lengan  yang  panjang. Kemudian  larva  tersebut  bermetamorfosis,  seperti  pada  bintang  laut. Lengan  bintang  laut  patah  atau  dapat  terlepas  dengan  mudah,  dan beberapa  spesies  bahkan  dapat  kehilangan  sebagian  besar  cakramnya, bagian seperti itu dengan  mudah diregenerasikan. Alat-alat  pencernaan  makanan holozoik  atau  saprozoik.  Terdapat  bola  cakram,  dimulai  dari  mulut  yang terletak  di  pusat  tubuh  kemudian  lambung  yang  berbentuk  kantong.
Hewan  ini  tidak  memiliki  anus,  di  sekeliling  mulut  terdapat  rahang  yang berupa  5  kelompok  lempeng  kapur.  Makanan  dipegang  dengan  satu  atau lebih  lengannya,  kemudian  dihentakkan  dan  dengan  bantuan  tentakel dimasukkan  ke  mulut.  Sesudah  dicerna,  bahan-bahan  yang  tidak  tercerna dibuang  ke  luar  melalui  mulutnya. Hewan  ini  hidup  di  laut  yang  dangkal  atau  dalam. Biasanya  bersembunyi  di  sekitar  batu  karang,  rumput  laut,  atau mengubur  diri  di  lumpur  atau  pasir;  sangat  aktif  di  malam  hari.    Ada sekitar  2.000  spesies  bintang  ular  yang  hidup  sekarang,  dan  mereka kebanyakan  ditemukan  pada  kedalaman  lebih  dari  500  meter  (1.620 kaki).
b.       Echinoidea
echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. echinoidea yang berhentuk bola misalnya bulu babi (Diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia Punctulata). Hidup pada batuan atau lumpur di tepi pantai atau dasar perairan. Makanannya adalah rumput laut, hewan yang telah mati, biasanya nocturnal.  permukaan tubuh hewan ini berduri panjang.  Echinoidea memiliki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles. fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa  ganggang atau sisa sisa organisme.  Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius Parma).  (Campbell, 2003)
Echinoidea berbentuk bundar, tidak berlengan tetapi memiliki  duri-duri yang dapat digerakkan. Pada umumnya landak laut memiliki jarohan atau viscera yang tersimpan dalam cangkok. Bulu landak memiliki lima jalur kaki ambulakral yang terselang oleh daerah interambulakral yang agak lebar tanpa kaki. Memiliki kelenjar racun. Diantara duri-duri terdapat pedicellaria yang berfungsi untuk membersihkan tubuh dan tuntuk menangkap makanan kecil. Anus terletak dipusat tubuh pada permukaan aboral . mulut yang dilengkapi oleh lima buah gigi terletak di daerah oral dan madreporit terletk di daerah aboral .
Pada landak laut terdapat sebuah pembuluh sirkular, terdapat cincin saraf dengan lima buah cabang dan sebuah pleksus saraf. Jenis kelamin terpisah, fertilisasi terjadi didalam air. Larva yang berbentuk simetri bilateral. Reproduksinya dengan fertilisasi eksternal dan bersifat hermafrodit.
c.          Achatina Fullica
Bekicot  termasuk  golongan  hewan  lunak  (Mollusca)  yang  termasuk  dalam kelas  gastropoda.  Badannya  lunak  dan  dilindungi  oleh  cangkang  yang  keras.   Jenis  hewan  ini  tersebar  di  laut,air  tawar,dan  daratan  yang  lembab. Bekicot  (Achatina  Fulica)  memiliki  sebuah  cangkang  yang  sempit berbentuk  kerucut  yang  panjangnya  dua  kali  lebar  tubuhnya  dan  terdiri  dari tujuh  sampai  sembilan  ruas  lingkaran  ketika  umurnya  telah  dewasa. 
Cangkang bekicot  umumnya  memiliki  warna  coklat  kemerahan  dengan  corak  vertikal berwar  kuning  tetapi  pewarnaan  dari  spesies  tersebut  tergantung  pada  keadaan lingkunagandan  jenis  makanan  yang  di  konsumsi.  Bekicot  dewasa  panjangnya dapat  melampaui  20  cm  tetapi  rata-rata  panjangnya  sekitar  5-10  cm. Sedangkan  berat  rata-rata  bekicot  kurang  lebih  adalah  32  gram  (Dewi,  2010Achatina  fulica)  memiliki  iklim tropis  yang  hangat,  suhu  ringan  sepanjang  tahun,  dan  tingkat  kelembaban  yang tinggi.  Spesies  ini  dapat  hidup  di  daerah  pertanian,  wilayah  pesisir,  dan  lahan basah,  hutan  alami,  semak  belukar,  dan  daerah  perkotaan. 
Bekicot  dapat  hidup secara  liar  di  hutan  maupun  di  perkebunan  atau  tempat  budidaya.  Untuk bertahan  hidup,  bekicot  perlu  temperatur  di  atas  titik  beku  sepanjang  tahun  dan kelembaban  yang  tinggi  di  sepanjang  tahun.  Pada  musim  kemarau,  bekicot menjadi  tidak  aktif  atau  dorman  untuk  menghindari  sinar  matahari.  Bekicot (Achatina  Fulica)  tetap  aktif  pada  suhu  9°C  hingga  29°C,  bertahan  pada  suhu 2°C  dengan  cara  hibernasi,  dan  pada  suhu  30°C  dengan  dengan  keadaan  dorman. Bekicot dapat hidup normal sampai umur 3 tahun (Dewi,  2010)
d.         Anadonta Anatina
         Kerang dalam klasifikasi hewan invertebrate termasuk dalam kelas bivalvia, anggota filum Mollusca. Bivalvia memiliki tubuh simetri bilateral, pipih secara lateral. Kaki berbentuk seperti baji insang tipis berbentuk seperti papan, umumnya memunyai kelamin jantan dan betina terpisah dan beberapa diantaranya hermaprodit. Tubuh dilidungi oleh cangkang yang terdiri drai tiga lapis yaitu periostrakum, primatik, lapisan mutiara (Sugiri,1998)
         Hidup di laut, dan ada juga yang hidup di air  tawar. Pipih dibagian lateral, mempunyai tonjolan dibagian dorsal , tidak memiliki tentakel. Pergerakan bivalvia dibantu oleh kaki diantara valves yang melebar
e.          Holothuria Indica
            Teripang  adalah  salah  satu  anggota  hewan  berkulit duri (Echinodermata). Duri  pada  teripang sebenarnya  merupakan  rangka  atau  skelet  yang tersusun  dari  zat  kapur  dan  terdapat  di  dalam kulitnya.  Rangka  dari  zat  kapur  itu  tidak  dapat terlihat  dengan  mata  telanjang  karena  sangat  kecil sehingga  perlu  menggunakan  mikroskop.  Meski demikian,  tidak  semua  jenis  teripang  mempunyai duri  beberapa  jenis  teripang  tidak  memiliki  duri. Terdapat  sekitar  1.250  jenis  teripang  yang  telah didiskripsikan  oleh  para  taksonom.  Teripang teripang  tersebut  dibedakan  dalam  enam  bangsa (ordo)  yaitu  Dendrochirotida,  Aspidochirotida, Dactylochirotida, Apodida, Elasipoda. 
Teripang memiliki peran yang cukup penting dalam perairan, karena merupakan komponen utama dalam rantai pakan (food chain) terumbu karang dan ekosistem asosiasinya pada berbagai tingkat struktur pakan (trophic levels). Teripang berperan penting sebagai pemakan deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder). Dalam rantai makanan  di perairan laut (marine aquatic), teripang berperan sebagai penyumbang pakan berupa telur, larva dan juwana teripang, bagi organisma laut lain seperti berbagai krustasea, moluska maupun ikan. Teripang mencerna sejumlah besar sedimen, yang memungkinkan terjadinya oksigenisasi lapisan atas sedimen. Tingkah laku teripang yang “mengaduk” dasar perairan dalam cara mendapatkan pakannya, membantu menyuburkan substrat disekitarnya. Keadaan ini mirip seperti dilakukan cacing tanah di darat.
 Proses tersebut mencegah terjadinya penumpukan busukan benda organik dan sangat mungkin membantu mengontrol populasi hama dan organisma patogen termasuk bakteri tertentu.  Siklus hidup sebagian besar teripang dilakukan di dasar laut dangkal dan biasanya dijumpai tergeletak pada satu sisi tertentu saja, yakni pada bagian tubuh yang biasanya berwarna lebih pucat. Ada juga jenis teripang yang sering membenamkan diri di dalam pasir. Teripang bergerak dengan sangat lambat dengan kaki tabung. Pada tiap-tiap kaki tabung terdapat 2 baris pembuluh kaki yang secara bergantian (kontraksi dan relaksasi) akan menghasilkan gerakan maju pada teripang
f.           Loligo SP.
            Cumi  adalah  hewan  dari  kelas  Cephalopoda  yang  termasuk  hewan  karnivora  karena  memiliki kebiasaan  memakan  hewan-hewan  seperti  udang  dan  ikan-ikan  pelagis  yang  ditangkap  dengan  tentakelnya (Tasywiruddin,  1999).  Daerah  penyebaran  cumi  meliputi  perairan  Pasifik  bagian  barat,  Filipina  dan Indonesia,  yang  tersebar  mulai  dari  lapisan  permukaan  sampai  dengan  kedalaman  100  meter,  hidup bergerombol  dan  terpusat  pada  perairan  pantai  yang  memiliki  ekosistem  lamun  dan  karang  (Hamzah, 1997).
Cumi  Sepioteuthis  lessoniana  memiliki  ciri  morfometrik  kepala  besar,  leher  dan  mantel  yang  bersatu dengan  bagian  dorsal.  Mantel  berbentuk  lonjong  membundar  pada  ujung  posterior,  lebar  mantel  sekitar 40%  dari  panjangnya.  Memiliki  mata  yang  agak  besar  terletak  disebalah  kanan  dan  kiri  kepala.  Siripsiripnya  bersatu  pada  bagian  posterior  di  sekitar  ujung  mantel  yang  cukup  besar  dan  tebal,    memiliki  lima pasang  lengan  dimana  satu  pasang  diantaranya  lebih  panjang  dari  yang  lain  yang  disebut  tentakel  (Omar, 2002).  Sedangkan  cumi  batok  (Sepia  officinalis)  memiliki  sirip  lebar  yang  memanjang  melewati  sedikit pinggiran  mantel,  bentuk  tubuh  bagian  anterior  seperti  bentuk-U  terbalik  atau  berbentuk-M.  Lengan dilengkapi  dengan  enam  baris  penghisap,  warna  coklat  terang  dengan  bintik-bintik  putih  yang  tersebar.




KESIMPULAN

Bintang  ular  atau  Ophioneries  reticulata  adalah  hewan  dari filum  Echinodermata,  yang  memiliki  hubungan  dekat  dengan  bintang laut.  Warna Tubuh  hitam bagian aboral, bagian oral berwarna putih keabu-abuan lengannya ada lima seperti cambuk. echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. Warna tubuh hitam keunguan, warna duri putih keunguan, Bentuk tubuh Bulat, simetri tubuh Biradial atau radial. Achatina Fullica Bekicot  termasuk  golongan  hewan  lunak  (Mollusca)  yang  termasuk  dalam kelas  gastropoda.  Badannya  lunak  dan  dilindungi  oleh  cangkang  yang  keras, hidup  tersebar  di  laut,air  tawar,dan  daratan  yang  lembab. Bekicot  (Achatina  Fulica)  memiliki  sebuah  cangkang  yang  sempit berbentuk  kerucut . Anadonta Anatina termasuk dalam kelas bivalvia, anggota filum Mollusca. Bivalvia memiliki tubuh simetri bilateral, pipih secara lateral. Holothuria Indica bentuk tubuh cembung datar, bagian posterior anus, anterior mulut. Loligo SP. Panjang mantel 10 cm, panjang standar 17 cm Panjang total 25,5 cm, Warna putih dengan bercak ungu


DAFTAR PUSTAKA


E-journal.ummetro.ac.id.indeks keanekaragaman echinodermata di pantai tanjung setia kabupaten pesisir barat sebagai Sumber belajar biologi sma kelas X.
Pallo, N.C.,  dan N. Lewaherilla.2001. Jenis-jenis teripang (Holonthuroidea) di Perairan Kampung Auki Distrik Padaido Kabupaten Biak Numfor Papua. Jurnal Biologi papua volume 3 no.1. Universitas Cendrawasih

Komentar