echinodermata dan mollusca
Pengamatan
Taksonomi Hewan Echinodermata dan Mollusca
Bela Septian Trifianti
Tadris Biologi, Tarbiyah dan
IImu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Jember
T20158031
ABSTRAK
Echinodermata berasal dari bahasa Yunani
Echinos arlinya duri, derma
artinya kulit
Secara umum Echinodermata berarti hewan yang berkulit duri.
hewan ini memiliki kemampuan autotomi serta regenerasi bagian tubuh yang hilang, putus
atau rusak. Semua hewan yang termasuk dalam kelas ini bentuk tubuhnya radial
simetris dan
kebanyakan mempunyai endoskeletonMollusca adalah hewan
bertulang lunak, namun
sebagian besar menyekresikan cangkang
pelindung keras yang
terbuat dari kalsium
karbonat. Kebanyakan
Mollusca hidup di
laut, walaupun beberapa
spesies mendiami perairan tawar,
dan beberapa siput
dan siput telanjang
hidup di daratan.
Siput tenjang, cumi-cumi dan
gurita memiliki cangkang
internal yang tereduksi
atau telah kehilangan seluruh
cangkangnya selama evolusi.
Ada beberapa kelas
yang terdapat pada filum
Mollusca di antaranya
Gastropoda, Bivalvia, Polyplacophora, dan Cephalopoda. Praktikum ini dilaksanakan di laboratorium iain jember. Bertujuan
untuk mengamati klasifikasi taksonomi hewan dari filum Echinodermata dan
mollusca
Kata
kunci:
Echinodermata/mollusca
.
PENDAHULUAN
وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Echinodermata
merupakan hewan tak bertulang belakang. Hewan ini sering disebut dengan hewan
berkulit duri. Anggota filum echinodermata terdiri atas 5 kelas yaitu
Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holonthuroidea dan Cnidaria. Echinodermata
seluruh anggotanya hidup dilaut (Romimohtarto & Juwana, 2007). Habitat
echinodermata berupa laut dangkal dengan substrat karang, pasir, dan padang
lamun. Kelompok hewan echinodermata
merupakan salah satu komponen penting dalam keragaman fauna di daerah terumbu
karang. Kelompok hewan ini dikenal sebagai hewan pembersih pantai. Disebut
demikian karena echinodermata secara ekologis berperan sebagai detritus
perairan. Contoh fauna echinodermata yang berperan sebagai detritus yaitu
bintang laut, bintang ular dan bulu babi. (Yusron dalam Pallo &
Lewaherilla, 2011).
Echinodermata
berasal dari bahasa
Yunani Echinos arlinya duri, derma artinya
kulit Secara
umum
Echinodermata
berarti hewan yang berkulit
duri. hewan
ini memiliki kemampuan autotomi serta
regenerasi
bagian tubuh yang hilang,
putus atau rusak. Semua hewan yang termasuk dalam kelas ini bentuk tubuhnya radial simetris dan kebanyakan
mempunyai endoskeleton
dari zat kapur dengan
memiliki tonjolan
berupa duri. Kelompok utama
Echinodermata lerdiri dari lima kelas, yailu kelas
Asteroidea (bintang laut) contoh: Archastcr typicus kelas Ophiunoidea (bintang
mengular) contoh: Amphiodiaurtica, kelas Echinoidea (landak laut) contoh:
Diademasetasium, kelas Crinoidca (lilia laut) contoh Antedon-rasacea dan kelas Holothuroidea (tripang laut) contoh Ilolothuriascabra
Nama Echinodermata
pertama kali dimunculkan olch Jacob Klein
pada tahun
1734. Echinodermata meripakan hewan laut
yang hidup di
pantai, tetapi kebanyakan di dasar laut Echinodermala merupakan
hewan aul yang berada diantara
hewan laut pada umumnya dan distribusinya yang luas, dijumpai di semua laut dari zona intertidal sampai laut yang
sangat dalam
Filum Echinodermata terdiri atas dua sub filum yaitu:
(1) sub filum Eleutherozoa
dan (2) sub filum Pelmatozoa. Sub filum Eleutherozoa terdiri dari empat kelas yaitu: (a)
Asteroidea (bintang laut),
(b) Ophiuroidea (bintang ular). (c)
Echinoidca (landak
laut), dan (d) Holothuroidea (teripang laut). Sedangkan sub lilum Pelmatozoa lerdiri
dari satu kelas yaitu: kelas Crinoidea atau lilia laut (Dahuri, 2003).
Phylum Mollusca merupakan binatang kelopok inertebrata
yang diwakili lebih dari 150.000 yang hidup dan ribuan yang telah menjadi
fosil. Mollusca telah menyebar pada setiap tempat hidup air dn telah hidup
hingga ke darat merupakan jenis yang
sukses hidup dari phylum lainnya sepanjang waktu geologi dan diprcaya sebagai
penentu untuk fosil indeks. Sifat umum phlum Moluusca mempunyai bagian tubuh yang
lunak dengan dilapisi oleh bagian kulit yang keras, merupakan golongan hewan
yang tidak bertulang belakang, hidup di air tawar dan air asin, tubuh Mollusca
terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel. Mollusca di bagi dalam lima kelas
yaitu kelas Amphieura, kelas Scaphopoda,
Kelas Palecypoda, kelas Gastropoda, kelas Chepalopoda.
Mollusca
adalah hewan bertulang
lunak, namun sebagian
besar menyekresikan cangkang pelindung
keras yang terbuat
dari kalsium karbonat. Kebanyakan Mollusca
hidup di laut,
walaupun beberapa spesies
mendiami perairan tawar, dan
beberapa siput dan
siput telanjang hidup
di daratan. Siput tenjang, cumi-cumi
dan gurita memiliki
cangkang internal yang
tereduksi atau telah kehilangan
seluruh cangkangnya selama
evolusi. Ada beberapa
kelas yang terdapat pada
filum Mollusca di
antaranya Gastropoda, Bivalvia,
Polyplacophora, dan
Cephalopoda (Campbell, 2008, h.
250).
Mollusca
membentuk filum terbesar
kedua dalam dunia
hewan setelah Arthropoda dimana
Mollusca memiliki lebih
dari 100.000 spesies.
Mollusca memiliki
keanekaragaman yang sangat
luas sehingga persebaran
spesies Mollusca terdapat di
darat, laut hingga
air tawar. Dalam
rantai makananya Mollusca merupakan konstituen
penting karena Mollusca
adalah hewan yang
mengonsumsi banyak bahan organik
dan pada akhirnya
mereka akan dimangsa
oleh hewan lain.
Dalam habitatnya mereka
membentuk sebagian besar
dari biomassa. Banyak spesies dari
Mollusca yang menjadi
sumber makanan bagi
manusia dan menghasilkan produk
yang bernilai ekonomis
seperti cangkang Mollusca
yang digunakan sebagai bahan
pernak-pernik dan perhiasan (Kozloff, 1990, h. 368).
System syaraf Mollusca terdiri dari cincin syaraf,
mengelilingi esophagus dengan serabut saraf yang menyebar. System pencernaan
Mollusca sudah terbilang lengkap dari
mulut, esofogus, lambung, usus, dan anus.
Mollusca hidup secara heterotroph dengan memakan organisme lain.
Bereproduksi secara seksual. Organ reproduksinya
jantan dan betina terpisah pada individu lain.
METODE PENELITIAN
Praktikum ini
dilaksanakan pada hari senin di waktu siang hari . Tempat praktikum di
laboratorium terpadu IAIN jember. Bahan yang digunakan adalah 1. Specimen
echinodermata. 2. Specimen mollusca. Sedangkan alat yang
digunakan adalah 1. Alat seksi. 2. Papan seksi. 3. Kaca pembesar. 4. Penggaris.
5. Jarum pentul. 6. Buku identifikasi. 7. Lembar pengamatan dan alat tulis.
Prosedur percobaan pertama pada pengamatan
Echinodermata 1. Siapkan alat dan bahan.
2. Letakkan specimen diatas papan seksi. 3. Amati specimen dengan menggunakan
kaca pembesar (loup). 4. Catat karakter morfologi yang meliputi: a. bentuk
tubuh. b. daerah anterior dan posterior. c. warna tubuh. d. simetri tubuh. e.
ukuran tubuh (panjang dan lebar). 5. Gambarlah secara skematis specimen dan
beri keterangan bagian-bagian tubuh yang ditunjuk yaitu planaria : a. kepala
dan badan. b. anterior dan posterior. c. eyespot. d. auricle. e. mulut. f.
pharynx. g. rongga gastrovascular 6. Tulis klasifikasinya mulai tingkat kingsom
sampai spesies, tulis kunci identifikasinya dan buatlah dendogram berdasarkan
karakter morfologi yang telah diamati. 7. Analisis hasil pengamatan. Prosedur
ke dua pada pengamatan Mollusca
1. Siapkan alat dan bahan. 2. Letakkan
specimen diatas papan seksi . 3. Amati specimen dengan menggunakan kaca
pembesar (loup). 4. Catat karakter morfologi yang meliputi: a. bentuk tubuh. b.
Daerah anterior dan posterior. c. warna tubuh. d. simetri tubuh. e. ukuran tubuh
(panjang dan lebar). 5. Gambarlah secara skematis specimen dan beri keterangan
bagian-bagian tubuh yang ditunjuk .
HASIL
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Echinodermata
Class :
Ophiuroidea
Ordo :
Ophiurida
Subordo :
Chilophurida
Family :
Ophicomidae
Genus :
Ophiocoma
Spesies : o. echinata
Karakter morfologi :
Warna Tubuh : hitam bagian aboral, bagian oral
berwarna putih keabu-abuan
Lengannya
ada lima seperti cambuk
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Filum :
Mollusca
Kelas :
Gastropoda
Super family :
Achatinioidea
Family :
Achatinidae
Sub Family :
Achatininae
Genus :
Achatina
Speies : Achatina Fullica
Karakkter
mrfologiBentuk tubuh
terdiri dari cangkang berbentuk kerucut dan bentuk tubuhnya mengikuti bentuk
cangkang. Warna tubuh coklat agak hitam dengan corak kekuningan, simetri tubuh bilateral, panjang cangkang 6,5 cm dan
lebar 2 cm.
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Clas : Cepalophoda
Ordo : Teuthida
Family : Loliginiade
Genus : Loligo
Spesies : Loligo SP.
Karakter
Morfologi
Panjang
mantel : 10 cm
Panjang
standar :17 cm
Panjang
total : 25,5 cm
Warna : putih dengan bercak
ungu
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Echinodermata
Class :
Echinoidea
Ordo :
Arbacioida
Family :
Arbaciadeae
Genus :
Arbacia
Spesies :
Arbacia SP.
Karakter morfologi
Warna tubuh :
hitam keunguan
Warna duri :
putih keunguan
Bentuk tubuh :
Bulat
Simetri tubuh : Biradial atau radial
klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Mollusca
Class :
Bivalvia
Order :
unionoida
Family :
unonidae
Genus :
anodonia
Species :
Anodonta anatine
Karakter Morfologi
Bentuk tubuh :
bercangkang bentuk oval
Warna tubuh :
hitam keputihan
Simetri Tubuh : bilateral
gambar dendogram
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Phylum :
Echinodermata
Class :
Horothuroidea
Genus : Holothuria
Spesies :
Holothuria inolica
Karakter Morfologi
Bentuk tubuh cembung data. Posterior anus,
anterior mulut. Warna tubuh: dorsal, coklat muda dan bergaris hitam. Anus dan ujung terletak di ujung berlawanan
Pembahasan
Dari data yang didapatkan bahwa terdapat 6 spesies yang kami amati
yaitu Ophiuroidea, Echinoidea, Achatina Fullica, Anadonta Anatina,
Holothuria Indica , Loligo SP. Masing masing spesies unik dan ada yang memiliki
kesamaan satu sama lain. Yang pertama yaitu
a.
Ophiuroidea
Bintang ular
atau Ophioneries reticulata
adalah hewan dari filum
Echinodermata, yang memiliki
hubungan dekat dengan
bintang laut. Mereka
berjalan di dasar
laut dengan menggunakan
lengan fleksibel mereka untuk
bergerak. Bintang ular
umumnya memiliki lima
lengan yang fleksibel atau
lentur tetapi mudah
putus berbentuk seperti
cambuk yang panjangnya bisa
mencapai 60 cm
(2 kaki) pada
spesimen terbesar. Pada lengan
Ophioneries reticulata terdapat
rongga coelom yang
kecil, tali syaraf, rongga
pembuluh darah, dan
cabang-cabang sistem saluran air.
Memiliki kaki
tabung yang kecil
(tentakel) terletak ventrolateral tanpa alat
pengisap atau ampula.
Bagian ini merupakan
organ sensoris, membantu dalam
respirasi, dan meneruskan makanan
ke dalam mulut. Dikenal dengan
sebutan bintang ular.
Bentuk tubuhnya seperti bintang tetapi
memiliki lengan yang
panjang dan jika
lengan ini bergerak menyerupai gerakan
ular, misalnya ophiothrix.
Pada cakram sentral
oral terdapat mulutnya dilengkapi
5 rahang dan
madrepori, anus dan
pedikel tidak adaOphiuroidea
bersembunyi pada siang
hari di bawah
batu atau rumput laut
atau terkubur di
dalam pasir atau
lupur, tetapi menjadi
aktif pada malam hari.
Hewan ini
bergerak dengan gerakan
cepat seperti ular, memegang objek
dengan satu lengan
atau lebih dan
mendorong dengan lengan yang
lain untuk menghantarkan
tubuh ke depan.
Mereka juga dapat berenang dengan
menggunakan lengan, seperti
yang dilakukan oleh manusia. Mereka
memakan crustacea kecil,
molluska, dan penghuni dasar yang
lain, dan pada
gilirannya mereka berfungsi
sebagai makanan untuk ikan.
Kelamin, biasanya terpisah,
mengeluarkan telur dan
sperma ke dalam laut,
larva yang dihasilkan
mempunyai lengan yang
panjang. Kemudian larva tersebut
bermetamorfosis, seperti pada
bintang laut. Lengan bintang
laut patah atau
dapat terlepas dengan
mudah, dan beberapa spesies
bahkan dapat kehilangan
sebagian besar cakramnya, bagian seperti itu dengan mudah diregenerasikan. Alat-alat pencernaan
makanan holozoik atau saprozoik.
Terdapat bola cakram,
dimulai dari mulut
yang terletak di pusat
tubuh kemudian lambung
yang berbentuk kantong.
Hewan ini
tidak memiliki anus,
di sekeliling mulut
terdapat rahang yang berupa
5 kelompok lempeng
kapur. Makanan dipegang
dengan satu atau lebih
lengannya, kemudian dihentakkan
dan dengan bantuan
tentakel dimasukkan ke mulut.
Sesudah dicerna, bahan-bahan
yang tidak tercerna dibuang ke
luar melalui mulutnya. Hewan ini
hidup di laut
yang dangkal atau
dalam. Biasanya bersembunyi di
sekitar batu karang,
rumput laut, atau mengubur
diri di lumpur
atau pasir; sangat
aktif di malam
hari. Ada sekitar 2.000
spesies bintang ular
yang hidup sekarang,
dan mereka kebanyakan ditemukan
pada kedalaman lebih
dari 500 meter
(1.620 kaki).
b.
Echinoidea
echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. echinoidea yang berhentuk bola misalnya bulu babi (Diadema saxatile) dan landak
laut (Arabcia Punctulata). Hidup pada batuan atau
lumpur di tepi pantai atau dasar perairan. Makanannya adalah rumput
laut, hewan yang telah mati,
biasanya nocturnal. permukaan tubuh hewan ini berduri panjang. Echinoidea memiliki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles. fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya
yang berupa ganggang atau sisa sisa organisme. Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius Parma). (Campbell, 2003)
Echinoidea
berbentuk bundar, tidak berlengan tetapi memiliki duri-duri yang dapat digerakkan. Pada umumnya
landak laut memiliki jarohan atau viscera yang tersimpan dalam cangkok. Bulu
landak memiliki lima jalur kaki ambulakral yang terselang oleh daerah
interambulakral yang agak lebar tanpa kaki. Memiliki kelenjar racun. Diantara
duri-duri terdapat pedicellaria yang berfungsi untuk membersihkan tubuh dan
tuntuk menangkap makanan kecil. Anus terletak dipusat tubuh pada permukaan
aboral . mulut yang dilengkapi oleh lima buah gigi terletak di daerah oral dan
madreporit terletk di daerah aboral .
Pada landak
laut terdapat sebuah pembuluh sirkular, terdapat cincin saraf dengan lima buah
cabang dan sebuah pleksus saraf. Jenis kelamin terpisah, fertilisasi terjadi
didalam air. Larva yang berbentuk simetri bilateral. Reproduksinya dengan
fertilisasi eksternal dan bersifat hermafrodit.
c.
Achatina Fullica
Bekicot termasuk
golongan hewan lunak
(Mollusca) yang termasuk
dalam kelas gastropoda. Badannya
lunak dan dilindungi
oleh cangkang yang
keras. Jenis hewan
ini tersebar di
laut,air tawar,dan daratan
yang lembab. Bekicot (Achatina
Fulica) memiliki sebuah
cangkang yang sempit berbentuk kerucut
yang panjangnya dua
kali lebar tubuhnya
dan terdiri dari tujuh
sampai sembilan ruas
lingkaran ketika umurnya
telah dewasa.
Cangkang bekicot umumnya
memiliki warna coklat
kemerahan dengan corak
vertikal berwar kuning tetapi
pewarnaan dari spesies
tersebut tergantung pada
keadaan lingkunagandan jenis makanan
yang di konsumsi.
Bekicot dewasa panjangnya dapat melampaui
20 cm tetapi
rata-rata panjangnya sekitar
5-10 cm. Sedangkan berat
rata-rata bekicot kurang
lebih adalah 32
gram (Dewi, 2010Achatina
fulica) memiliki iklim tropis
yang hangat, suhu
ringan sepanjang tahun,
dan tingkat kelembaban
yang tinggi. Spesies ini
dapat hidup di
daerah pertanian, wilayah
pesisir, dan lahan basah,
hutan alami, semak
belukar, dan daerah
perkotaan.
Bekicot dapat
hidup secara liar di
hutan maupun di perkebunan atau
tempat budidaya. Untuk bertahan hidup,
bekicot perlu temperatur
di atas titik
beku sepanjang tahun
dan kelembaban yang tinggi
di sepanjang tahun.
Pada musim kemarau,
bekicot menjadi tidak aktif
atau dorman untuk menghindari sinar
matahari. Bekicot (Achatina Fulica)
tetap aktif pada
suhu 9°C hingga
29°C, bertahan pada
suhu 2°C dengan cara
hibernasi, dan pada
suhu 30°C dengan
dengan keadaan dorman. Bekicot dapat hidup normal sampai umur 3 tahun (Dewi, 2010)
d.
Anadonta Anatina
Kerang dalam klasifikasi hewan
invertebrate termasuk dalam kelas bivalvia, anggota filum Mollusca. Bivalvia
memiliki tubuh simetri bilateral, pipih secara lateral. Kaki berbentuk seperti
baji insang tipis berbentuk seperti papan, umumnya memunyai kelamin jantan dan
betina terpisah dan beberapa diantaranya hermaprodit. Tubuh dilidungi oleh
cangkang yang terdiri drai tiga lapis yaitu periostrakum, primatik, lapisan
mutiara (Sugiri,1998)
Hidup di laut, dan ada juga yang hidup
di air tawar. Pipih dibagian lateral,
mempunyai tonjolan dibagian dorsal , tidak memiliki tentakel. Pergerakan
bivalvia dibantu oleh kaki diantara valves yang melebar
e.
Holothuria Indica
Teripang adalah
salah satu anggota
hewan berkulit duri (Echinodermata).
Duri pada teripang sebenarnya merupakan
rangka atau skelet
yang tersusun dari zat
kapur dan terdapat
di dalam kulitnya. Rangka
dari zat kapur
itu tidak dapat terlihat dengan
mata telanjang karena
sangat kecil sehingga perlu
menggunakan mikroskop. Meski demikian, tidak
semua jenis teripang
mempunyai duri beberapa jenis
teripang tidak memiliki
duri. Terdapat sekitar 1.250
jenis teripang yang
telah didiskripsikan oleh para
taksonom. Teripang teripang tersebut
dibedakan dalam enam
bangsa (ordo) yaitu Dendrochirotida, Aspidochirotida, Dactylochirotida, Apodida,
Elasipoda.
Teripang memiliki peran yang cukup
penting dalam perairan, karena merupakan komponen utama dalam rantai pakan
(food chain) terumbu karang dan ekosistem asosiasinya pada berbagai tingkat
struktur pakan (trophic levels). Teripang berperan penting sebagai pemakan
deposit (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspensi feeder). Dalam rantai makanan di perairan laut (marine aquatic), teripang
berperan sebagai penyumbang pakan berupa telur, larva dan juwana teripang, bagi
organisma laut lain seperti berbagai krustasea, moluska maupun ikan. Teripang
mencerna sejumlah besar sedimen, yang memungkinkan terjadinya oksigenisasi
lapisan atas sedimen. Tingkah
laku teripang yang “mengaduk” dasar perairan dalam cara mendapatkan pakannya,
membantu menyuburkan substrat disekitarnya. Keadaan ini mirip seperti dilakukan
cacing tanah di darat.
Proses tersebut mencegah terjadinya penumpukan
busukan benda organik dan sangat mungkin membantu mengontrol populasi hama dan
organisma patogen termasuk bakteri tertentu.
Siklus hidup sebagian besar teripang dilakukan di dasar laut dangkal dan
biasanya dijumpai tergeletak pada satu sisi tertentu saja, yakni pada bagian
tubuh yang biasanya berwarna lebih pucat. Ada juga jenis teripang yang sering
membenamkan diri di dalam pasir. Teripang bergerak dengan sangat lambat dengan
kaki tabung. Pada tiap-tiap kaki tabung terdapat 2 baris pembuluh kaki yang
secara bergantian (kontraksi dan relaksasi) akan menghasilkan gerakan maju pada
teripang
f.
Loligo SP.
Cumi adalah
hewan dari kelas
Cephalopoda yang termasuk
hewan karnivora karena
memiliki kebiasaan memakan hewan-hewan
seperti udang dan
ikan-ikan pelagis yang
ditangkap dengan tentakelnya (Tasywiruddin, 1999).
Daerah penyebaran cumi
meliputi perairan Pasifik
bagian barat, Filipina
dan Indonesia, yang tersebar
mulai dari lapisan
permukaan sampai dengan
kedalaman 100 meter,
hidup bergerombol dan terpusat
pada perairan pantai
yang memiliki ekosistem
lamun dan karang
(Hamzah, 1997).
Cumi
Sepioteuthis lessoniana memiliki
ciri morfometrik kepala
besar, leher dan
mantel yang bersatu dengan bagian
dorsal. Mantel berbentuk
lonjong membundar pada
ujung posterior, lebar
mantel sekitar 40% dari
panjangnya. Memiliki mata
yang agak besar
terletak disebalah kanan
dan kiri kepala.
Siripsiripnya bersatu pada
bagian posterior di
sekitar ujung mantel
yang cukup besar
dan tebal, memiliki
lima pasang lengan dimana
satu pasang diantaranya
lebih panjang dari
yang lain yang
disebut tentakel (Omar, 2002).
Sedangkan cumi batok
(Sepia officinalis) memiliki
sirip lebar yang
memanjang melewati sedikit pinggiran mantel,
bentuk tubuh bagian
anterior seperti bentuk-U
terbalik atau berbentuk-M.
Lengan dilengkapi dengan enam
baris penghisap, warna
coklat terang dengan
bintik-bintik putih yang
tersebar.
KESIMPULAN
Bintang ular
atau Ophioneries reticulata
adalah hewan dari filum
Echinodermata, yang memiliki
hubungan dekat dengan
bintang laut. Warna
Tubuh hitam bagian aboral, bagian oral
berwarna putih keabu-abuan lengannya ada lima seperti cambuk. echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan. Warna tubuh hitam keunguan, warna duri putih keunguan, Bentuk tubuh
Bulat, simetri tubuh Biradial atau radial. Achatina Fullica Bekicot termasuk
golongan hewan lunak
(Mollusca) yang termasuk
dalam kelas gastropoda. Badannya
lunak dan dilindungi
oleh cangkang yang
keras, hidup tersebar
di laut,air tawar,dan
daratan yang lembab. Bekicot (Achatina
Fulica) memiliki sebuah
cangkang yang sempit berbentuk kerucut . Anadonta Anatina termasuk dalam kelas bivalvia,
anggota filum Mollusca. Bivalvia memiliki tubuh simetri bilateral, pipih secara
lateral. Holothuria Indica bentuk tubuh cembung datar, bagian posterior anus,
anterior mulut. Loligo SP. Panjang mantel 10 cm, panjang standar 17 cm Panjang
total 25,5 cm, Warna putih dengan bercak ungu
DAFTAR PUSTAKA
E-journal.ummetro.ac.id.indeks keanekaragaman echinodermata di pantai tanjung setia kabupaten
pesisir barat sebagai Sumber belajar biologi sma kelas X.
Pallo, N.C.,
dan N. Lewaherilla.2001. Jenis-jenis teripang (Holonthuroidea) di Perairan
Kampung Auki Distrik Padaido Kabupaten Biak Numfor Papua. Jurnal Biologi papua volume 3 no.1. Universitas Cendrawasih









Komentar
Posting Komentar